• Photo Galery

    • November 2008
      MSSRKJS
            1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2632 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 12 November 2008

    Suatu Pagi di Pantai Timur Pangandaran

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

     

    Pagi itu kulihat sekelompok nelayan sedang menjaring ikan di pantai Timur Pangandaran. Kira-kira sepuluh orang bersama-sama menarik tali jaring yang sudah dibentangkan ke tengah laut, sepuluh orang lagi menarik dari sisi pantai yang lain, seorang anak lelaki berusia sekitar 10 tahun kulihat diantara mereka. Empat orang nelayan lainnya berkeliling menggunakan perahu motor sambil berteriak-teriak untuk menggiring ikan-ikan supaya masuk ke jaring. Proses penarikan jaring terus berlangsung, dan luar biasa, pekerjaan yang menguras banyak tenaga ini berlangsung lebih dari dua jam! Yang lebih luar biasa lagi, pekerjaan ini dilakukan tanpa keluh kesah, para nelayan ini melakukannya dengan senyum dan penuh semangat.

    Setelah menunggu sekian lama, tiba saatnya jaring diangkat ke pinggir pantai. Aku dan istriku bergerak mendekat, ingin melihat berapa banyak hasil tangkapan mereka. Para nelayan dengan susah payah mengangkat jaringnya ke atas sambil sesekali dihantam deburan ombak yang cukup keras. Woi..! seekor ikan terlepas dari jaring dan lari ke laut lepas, ya sudahlah, tidak apa-apa.

    Seluruh isi jaring ditumpahkan ke dalam sebuah bakul dan sekelompok ibu-ibu langsung menyerbunya. Betapa terkejutnya aku & istriku! Separuh dari bakul berisi sampah dan rumput laut! Setelah dipilah-pilah didapatlah hasil tangkapan hari ini yaitu beberapa ekor udang, seekor ikan layur kecil, dua kilogram cumi-cumi, dan sisanya teri dan ikan-ikan kecil. Istriku membeli satu kilogram cumi-cumi hasil tangkapan mereka seharga Rp. 60.000 tanpa ditawar sebagai penghargaan atas kerja keras mereka. Seekor ikan layur kecil tadi juga dibelinya seharga Rp. 2.000.

    Aku tertegun memikirkan berapa hasil yang mereka peroleh dari kerja keras mereka sejak pagi buta. Itupun masih harus dibagi bersama sekitar tigapuluhan orang yang terlibat di dalamnya. Dan yang aku kagum dari mereka ialah tidak tampak wajah kekecewaan atau kekesalan diantara mereka. Dengan senyuman dan semangat yang sama mereka membereskan dan membersihkan peralatan-peralatan mereka dan beristirahat untuk kembali pada pagi berikutnya. Pagi itu aku belajar banyak dari para nelayan itu. Aku belajar untuk dapat selalu bersyukur atas apapun yang sudah aku terima. Aku belajar untuk dapat selalu bersemangat dan bersukacita dalam melaksanakan apapun juga meskipun hasilnya mungkin tidak selalu seperti dengan yang aku harapkan.

    (read more ...)

    19 Agustus 2008

    Dian Yang Tak Kunjung Padam

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Ku ingin jadi seperti Dian ...., Dian yang tak kunjung padam
    Dian yang memberikan kehangatan....., di kedinginan hati manusia
    Dian yang memancarkan sinar kehidupan....., di kegelapan dunia
    Ku ingin jadi seperti Dian.....,
    Dian yang tak kunjung padam.

    Note:
    Kupersembahan untuk para Pahlawan yg telah memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia

    (read more ...)

    03 Juli 2008

    All Of The Best

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Learn From The Best, Work With The Best, Do The Best, Pray For The Best, Expect For The Best, Miracle Happen!!!
    Sebuah statement menarik yg barusan saya baca dari buku Marketing Revolution by Tung Desem Waringin

    (read more ...)

    19 Juni 2008

    Setiap Kali Ku Menatap Cermin

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Setiap kali ku menatap cermin...., pagi...siang.........maupun malam, dan yang pasti tiap kali selesai mandi Smile
    Kulihat wajah yang paling kukenal...........
    Wajah itu paling sering dihiasi dengan senyuman dan tawaLaughing, meskipun tak dapat kupungkiri bahwa kadangkala kujumpai wajah yang sedikit suramFrown, sedihCry, bahkan marah.......................Yell

    Setiap kali ku menatap cermin......, aku melihat salah satu karya terhebat dari Ilahi!
    Karya istimewa..............., unik dan tiada yang menyamai.........
    Setiap kali ku menatap cermin..........., kukatakan dalam hati.....
    Hai!..........kamu special! dan kamu bisa merubah dunia!

    (read more ...)

    09 Juni 2008

    Matematika Kehidupan

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

    (+) tambah satu...! umurku bertambah satu .....teriak gembira seorang anak kecil yang berulang tahun
    (-) kurang satu......, ternyata setiap ulang tahun masa hidupku di dunia ini berkurang satu tahun
    (X) kalikan kebaikan, multiplikasikan hal-hal positif dalam diri kita untuk mengisi kehidupan ini, sebanyak-banyaknya....
    (:) bagikan............bagikan kasih sayang, perhatian, dan cinta ...bagi kesejahteraan dan kebahagian orang-orang yang ada di sekitar kita...

    Tuhan....... ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana dalam menjalani kehidupan ini. Amin. 

    (read more ...)

    07 Juni 2008

    Don't Angry Be Happy!

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Sebuah tulisan menarik yg saya jumpai di suatu tempat di bumi ini:

    Sekali marah........, sukacita hilang
    Dua kali marah.........., akal sehat terbang
    Tiga kali marah......., tekanan darah naik
    Empat kali marah........, teman2 pergi
    Lima kali marah......, jadi cepat tua
    Enam kali marah......., pintu dosa terbuka 

    Makanya....., yang happy-happy aja laah!

    (read more ...)

    05 Juni 2008

    What a wonderfull day

    Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 4 buah

    Hari yang indah.................!

    Hari-hari yang kita lalui bagaikan selembar kertas putih di tangan kita sebagai maestro untuk melukisnya.  Kita bisa menorehkan coretan-coretan yang tidak berguna dan menjemukan Frownatau sebaliknya membuat sebuah lukisan yang membuat orang-orang di sekitar kita berkata: "Waahhh... alangkah indahnya!".Surprised
    Hari-hari kita akan menjadi indah tergantung kepada bagaimana kita memberikan warna dan makna kepadanya.

    Ku ingin hari-hariku selalu bermakna...........
    Ku ingin hari-hariku selalu indah................
    Hari yang indah.....!Cool

    (read more ...)
    footer