12 November 2008
Suatu Pagi di Pantai Timur Pangandaran
Ditulis oleh Johanes Adi Purnama Putra dan telah dikomentari sebanyak 1 buah
Pagi itu kulihat sekelompok nelayan sedang menjaring ikan di pantai Timur Pangandaran. Kira-kira sepuluh orang bersama-sama menarik tali jaring yang sudah dibentangkan ke tengah laut, sepuluh orang lagi menarik dari sisi pantai yang lain, seorang anak lelaki berusia sekitar 10 tahun kulihat diantara mereka. Empat orang nelayan lainnya berkeliling menggunakan perahu motor sambil berteriak-teriak untuk menggiring ikan-ikan supaya masuk ke jaring. Proses penarikan jaring terus berlangsung, dan luar biasa, pekerjaan yang menguras banyak tenaga ini berlangsung lebih dari dua jam! Yang lebih luar biasa lagi, pekerjaan ini dilakukan tanpa keluh kesah, para nelayan ini melakukannya dengan senyum dan penuh semangat.
Setelah menunggu sekian lama, tiba saatnya jaring diangkat ke pinggir pantai. Aku dan istriku bergerak mendekat, ingin melihat berapa banyak hasil tangkapan mereka. Para nelayan dengan susah payah mengangkat jaringnya ke atas sambil sesekali dihantam deburan ombak yang cukup keras. Woi..! seekor ikan terlepas dari jaring dan lari ke laut lepas, ya sudahlah, tidak apa-apa.
Seluruh isi jaring ditumpahkan ke dalam sebuah bakul dan sekelompok ibu-ibu langsung menyerbunya. Betapa terkejutnya aku & istriku! Separuh dari bakul berisi sampah dan rumput laut! Setelah dipilah-pilah didapatlah hasil tangkapan hari ini yaitu beberapa ekor udang, seekor ikan layur kecil, dua kilogram cumi-cumi, dan sisanya teri dan ikan-ikan kecil. Istriku membeli satu kilogram cumi-cumi hasil tangkapan mereka seharga Rp. 60.000 tanpa ditawar sebagai penghargaan atas kerja keras mereka. Seekor ikan layur kecil tadi juga dibelinya seharga Rp. 2.000.
Aku tertegun memikirkan berapa hasil yang mereka peroleh dari kerja keras mereka sejak pagi buta. Itupun masih harus dibagi bersama sekitar tigapuluhan orang yang terlibat di dalamnya. Dan yang aku kagum dari mereka ialah tidak tampak wajah kekecewaan atau kekesalan diantara mereka. Dengan senyuman dan semangat yang sama mereka membereskan dan membersihkan peralatan-peralatan mereka dan beristirahat untuk kembali pada pagi berikutnya. Pagi itu aku belajar banyak dari para nelayan itu. Aku belajar untuk dapat selalu bersyukur atas apapun yang sudah aku terima. Aku belajar untuk dapat selalu bersemangat dan bersukacita dalam melaksanakan apapun juga meskipun hasilnya mungkin tidak selalu seperti dengan yang aku harapkan.
(read more ...)
Subcribe RSS of this blog
, meskipun tak dapat kupungkiri bahwa kadangkala kujumpai wajah yang sedikit suram
, sedih
, bahkan marah.......................
